Sabtu, 20 Januari 2018

Terimakasih

Untukmu yg masih menjelajahi mimpi, terlelap pulas dengan kain tebal yg menyelimuti tubuh kurusmu. Pria kedua yg selalu ada dalam pikiran setelah ayahku. Yg beberapa bulan ini hadir membawa kenyamanan, membuatku bahagia di tiap harinya. Menyembuhkan luka hati dan masuk entah dari mana pintunya. Kau yakinkanku bahwa kaulah pemilik hati yg sebenar-benarnya.
Aku selalu mengkhawatirkanmu, ketika kita tak pernah bertegur sapa lewat layar ponsel dan pikiranku beradu.
Aku selalu cemburu pada waktu, ia selalu bisa memelukmu erat pada tiap detiknya. Menjelajahi waktu panjangmu dengan terus bersama.
Kau tahu Tuan?  Rinduku selalu hadir tak kenal waktu yg ku ingin kau tetap bersamaku dengan tangan saling menggenggam. Seperti yg kau katakan; "Rindu kamu terus", begitupun aku yg menahan sesak untuk menanti pertemuan.
Terimakasih kau telah memilihku.
Bahkan kau tahu aku bukan yg terbaik tapi kau tetap mencintaiku dengan baik.

Semarang,  21 Januari 2018

Aku masih sama menjajaki satu lembar demi lembar, pikiranku masih beradu pada sebuah novel karya Dwitasari.
Secangkir coklat hangat dengan deruh suara hujan mengingatkanku pada pemilik hati disana.
Lupa?  Mungkin...
Ahh sudahlah kita sudah dewasa bukan saatnya untuk memikirkan hal yg menambah beban pikiran. Lamunanku terhenti,  seorang lelaki tinggi dengan jaket biru datang menghampiri. Sudah ku tebak ternyata itu bukan kau wkk. Lalu siapa?  Sebentar ku coba mengingat namun nihil kau sulit ku raih.
Soreku hambar masih saja rinduku tak kunjung pudar  nyatanya kau belum juga sadar.

Jumat, 19 Januari 2018

Kehilangan

Beda. Hilang. Pergi.
Tiga kata yg selalu terngiang-ngiang di otakku beberapa hari ini. Mungkin aku tak sempurna dari mereka yg pernah singgah di hidupmu. Aku sadar diri, itu jawaban dalam batinku. Tuan?  Bolehkah aku menjajaki hatimu lebih dari ini ? Aku tak ingin hanya sekedar harap yg berujung kecewa. Setiap perempuan pasti memiliki mimpi yg membawanya pada sebuah kebahagiaan.
Entah apa yg membuatmu kembali berbelok,  kau berbeda. [Asing]... tak lagi ku temukan sosokmu di dekatku. Kau menghilang lalu pergi terbawa senja yg tertelan oleh gelapnya awan di pergantian waktu.



Semarang,  19 Januari 2018

Kamis, 18 Januari 2018

Kenangan

Apapun yg ku jalani sekarang bukan lagi tentang kau dan aku, melainkan tentang keikhlasan di tiap harinya. Bagaimana kita mengenal, kemudian dekat, saling sayang dan menghilang. Semuanya sudah terskenario di atas kertas putih yg tak berwujud. Dikemas dengan indah tersimpan rapi dalam sebuah buku yang bernama Kenangan. Tak semestinya apa yg kita harapkan akan berujung pada kenyataan. Manusia diciptakan dengan berbagai macam rasa, dulu kau selalu bilang : Manusia hidup untuk membahagiakan orang lain membuatnya tertawa adalah sesuatu kewajiban bukan ? sekarang aku paham betul. Aku dan kamu harus bahagia meski dengan kata kita atau tidak. Yahh... itu kalimatmu sebelum kau menghilang tanpa pamit sore itu.



Semarang, 18 Januari' 18